Masa Awal Desain Komunikasi Visual dan Prospeknya

By | 24 February 2017

Seni tidak terlepas dari kehidupan manusia. Seni bahkan sudah merambah dunia industri. Jurusan Desain Komunikasi Visual menjadi salah satu favorit para lulusan Sekolah Menengah Atas yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Desain Komunikasi Visual atau yang lebih dikenal dengan DKV merupakan suatu cabang ilmu penggambaran untuk proses pengolahan media dalam berkomunikasi, pengungkapan ide atau penyampaian informasi yang bisa terbaca atau terlihat.

Cabang ilmu ini terkait erat dengan penggunaan gambar, tanda-tanda, ilustrasi, warna, lambang dan simbol, serta tipografi (ilmu penulisan huruf) dimana kesemuanya berkaitan dengan indera penglihatan. Ini semua digunakan dala proses komunikasi.

Yang dimaksud proses komunikasi ini adalah proses eksplorasi ide-ide melalui penambahan gambar, baik berupa foto, diagram, dan lain-lain serta warna hingga penggunaan teks untuk menghasilkan efek kepada pihak yang melihat.

Ini juga tergantung pada pihak penyampai untuk menghasilkan efek yang diinginkan serta dipengaruhi pula kemampuan dari penerima pesan untuk menguraikannya.

 

Sejarah Awal DKV dan Prospeknya Masa Kini

 

Sejarah perkembangan DKV sudah terjadi sejak lama. Menurut situs ensiklopedia online terkemuka, perkembangan DKV telah terjadi sejak zaman Victorian.

Revolusi industri merupakan hal yang menyebabkan kebutuhan manusia pada zaman itu semakin tumbuh. Kebutuhan untuk mempromosikan serta menginformasikan sesuatu ke publik umum menjadi hal yang perlu.

Revolusi industri menjadi pintu gerbang bagi kelahiran teknologi, khususnya teknologi cetak. Berbagai kebutuhan dalam bidang pemasaran juga ikut berkembang. Diantaranya, kebutuhan untuk mengedukasi pasar dengan iklan, bagaimana mempercantik kemasan produk, bagaimana menginformasikan secara massal, dan lain-lain.

Kesan natural adalah ciri dari gaya Victorian. Berbagai iklan dan poster saat itu kebanyakan digambarkan dengan beragam pose yang terkesan datar, alami, dan biasa terjadi di lingkungan sekitar.

Setelah gaya Victorian muncul berbagai gaya lain, diantaranya Art Deco, Art Nouveau, hingga Contemporary. Beragam gaya itu terus berkembang hingga masa kini.Berbagai industri masa kini juga membutuhkan promosi atau mengiklankan produk mereka agar diketahui dan mudah dimengerti masyarakat.

Dengan kebutuhan yang semakin besar, bagaimana prospek lulusan DKV saat ini?

Untuk prospek bidang DKV, bisa dikatakan masih banyak peluang bekerja di bidang ini. Kenapa demikian? Karena DKV merupakan ilmu terapan. Oleh karena itu DKV bisa menjadi bagian penting dalam setiap perusahaan yang bergerak dalam bidang apapun. Itulah menurut situs salah satu universitas swasta ternama di Jakarta.

Lebih lanjut dikatakan bahwa sudah saatnya perusahaan menyadari betapa pentingnya peranan DKV dalam meningkatkan penjualan, membangun citra positif, serta sebagai “kemasan” penting dalam menyampaikan pesan mereka.

Karena semakin diminati industri, akan berdampak pada para lulusan itu sendiri. Para lulusan harus mempersiapkan diri untuk mampu bersaing dan beradaptasi dengan kebutuhan perusahaan. Para lulusan berkualitas akan dilirik berbagai perusahaan.

untuk mempelajari DKV, seseorang bisa masuk perguruan tinggi atau sekolah yang khusus mempersiapkan siswanya untuk bisa bekerja di industri ini. Tapi apa ada sekolah seperti ini? Jawabannya ada.

SAE Institute Jakarta. Di sekolah ini, para siswa akan mempelajari berbagai ilmu-ilmu DKV hingga mahir menerapkan ilmu mereka yang akan digunakan dalam industri.

Kebutuhan akan lulusan Desain Komunikasi Visual saat ini memang cukup banyak sehingga sekolah atau perguruan tinggi dengan jurusan DKV cukup diminati. SAE Institute Jakarta bisa menjadi pilihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *