Hati-hati Penyakit Jantung Koroner. Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

By | 14 October 2016

jantung-koroner-1

Penyakit jantung koroner merupakan penyumbatan pada pembuluh arteri yang menyuplay darah menuju jantung. Pembuluh arteri ini tersumbat oleh kolestrol dan plak atau zat berbahaya lainnya yang menggumpal pada dinding pembuluh arteri tersebut. Saat pembuluh arteri tersumbat jantung tidak mendapat pasokan oksigen, dan nutrisi yang dibutuhkan oleh jantung yang terkandung di dalam darah. Pasukan oksigen dan nutrisi yang terkandung di dalam darah sangat dibutuhkan oleh jantung untuk dapat berfungsi secara normal.

Penyakit jantung jenis ini merupakan penyakit jantung paling umum dan merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia. Penyakit ini menyerang pria maupun wanita, maka kenali gejalanya dan cegah cenyakitnya. Gejala penyakit ini berupa : nyeri dada, sesak napas, dan serangan jantung.

Biasanya ketika anda mengalami stres secara fisik maupun emosional, hal ini akan memicu rasa sesak dan tidak nyaman pada dada anda. Rasa sesak ini disebut angina, dan merupakan gejala atau salah satu tanda penyakit jantung koroner. Rasa sesak ini terasa pada saat anda sedang beraktifitas fisik yang berat dan hilang pada saat anda beristirahat. Ini merupakan tanda bahwa pembuluh arteri mengalami penyumbatan. Sehingga pada saat memompa darah menuju jantung, oksigen terhambat di pembuluh arteri. Dan terasa sakit ketika anda bernafas setelah beraktifitas fisik yang berat seperti olahraga. Saat pembuluh arteri telah menutupi seluruh aliran darah menuju jantung, maka resiko terkena serangan jantung semakin besar.

Jika anda telah mengalami gejala sesak napas, nyeri dada, dan anda telah mengalami serangan jantung, maka anda harus segera melakukan konsultasi dengan dokter.

Diagnosis penyakit jantung koroner yang biasa dilakukan dokter yaitu Elektrokardiogram untuk melihat apakah anda pernah mengalami serangan jantung. Dan untuk mengukur fungsi jantung maka dilakukan diagnosis Echocardiogram. Kateterisasi atau juga disebut angiogram untuk memeriksa aliran darah yang melintasi jantung. Computerized Tomography untuk mengetahui tumpukan plak yang menyumbat pada pembuluh arteri dengan cara melakukan scan pada organ jantung. Serta Magnetic Resonance Angiography untuk mencari penyumbatan pada pembuluh darah.

Faktor Resiko Penyakit Jantung Koroner :

  • Kebiasaan Merokok
  • Tingkat Kolestrol Tinggi
  • Menderita Penyakit Darah Tinggi
  • Tingkat Stres Tinggi
  • Obesitas atau Kegemukan
  • Riwayat Keluarga Penderita Jantung Koroner
  • Gaya Hidup Pasif (jarang berolahraga)

 

Pengobatan Jantung Koroner

Apabila anda sudah divonis oleh dokter bahwa anda menderita penyakit jantung koroner, segeralah untuk merubah gaya hidup anda seperti:

  • Makan makanan yang sehat,
  • Olahraga secara teratur,
  • Menurunkan berat badan,
  • Mengurangi stress, dan
  • Berhenti merokok.

Hal ini dapat anda lakukan sebelum anda menderita penyakit jantung koroner, karna lebih baik mencegah penyakit ini menghampiri anda. Daripada akhirnya anda harus mengeluarkan biaya dengan jumlah yang tidak sedikit. Bahkan banyak kerugian yang akan anda alami nantinya jika sudah terkena penyakit jantung koroner ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *