Domain Name System Adalah

By | 19 September 2018

Para programmer dan website developer pastinya sudah sangat paham mengenai apa itu DNS (Domain Name System). Apabila diterjemahkan maka memiliki arti sebagai Sistem Penamaan Domain. Karena salah satu komponen dalam membuat website profesional adalah dengan menyertakan domain atau nama yang digunakan sebagai identitas sebuah blog/ web.

Domain name system adalah suatu sistem software yang memiliki fungsi sebagai tempat penyimpanan informasi, mengenai nama host dan domain di dalam bentuk distributed database (basis data tersebar) pada jaringan komputer, seperti internet. Fungsi spesifik DNS adalah menyediakan IP Address setiap nama host dan juga melakukaan pendataan pada mail exchange server.

Saran Kami, jika Kalian belum memiliki Domain dan Hosting untuk website, kamu bisa membeli Domain Murah dan Hosting Murah di DomaiNesia

Bagi pemula, mungkin penjelasaan tersebut di atas cukup sulit untuk dimengerti. Untuk mempermudah Anda dalam memahami Domain Name System, maka seperti yang dilansir dari Goggle Chrome, bahwa DNS merupakan sebuah layanan network yang bertugas menerjemahkan atau mengubah nama situs website menjadi sebuah alamat internet. Sehingga lebih mudah ditemukan.

Jadi dapat disimpulkan, bahwa DNS memegang peran fungsi yang cukup penting bagi kelangsungan hidup internet. Hal ini dikarenakan user (manusia) biasanya akan lebih memilih memakai nama domain atau host, misalnya adalah kasus URL (Uniform Resource Locator). Secara umum, DNS bisa diibaratkan sebagai buku telepon bagi internet untuk mengarahkan ke IP tertentu.

Sejarah Penemuan Domain Name System

Perlu diketahui, bahwa pada awalnya seluruh perangkat keras seperti komputer di dunia memakai produk software dari SIR International, yaitu HOSTS.TXT. Dimana fungsinya adalah untuk mengubah alamat menjadi nama. Meskipun sudah tidak terlalu diminati karena masih banyak keterbatasannya, namun hingga saat ini masih ada sistem operasi modern yang menggunakannya.

Menurut catatan sejarahnya, penemuan pertama domain name system adalah tahun 1983 oleh Paul Mockapetris. Seiring dengan perkembangan zaman, telah terjadi berbagai perubahan dan upgrade ke dalam versi yang lebih baru dan canggih. Hal ini tentunya disebabkan oleh faktor perkembangan teknologi yang semakin maju sehingga membutuhkan sistem lebih baik lagi.

Komponen-Komponen Utama Domain Name System

Berbicara mengenai DNS tentu tidak akan lengkap apabila melewatkan spesifikasi penting seperti komponen yang ada didalamnya. Maka disini akan dijelaskan juga secara singkat mengenai tiga komponen utama pada DNS, di antaranya adalah; DNS Resolver (Program klien pada perangkat keras atau pc user – program aplikasi).

Kedua adalah Recursive DNS Server, tugas domain name system disini adalah melakukan pencarian atas request dari resolver, dan kemudian memberikan jawaban kepada resolver. Lalu yang terakhir adalah Authoritative DNS Server, dimana tugasnya adalah memberi jawaban atas permintaan recursor dalam bentuk sebuah delegasi atau pun jawaban.

Jenis-Jenis Data Domain Name System

Untuk mengetahui apa saja jenis data yang disimpan dalam domain name system, maka simak penjelasan lengkapnya di bawah ini :

• Record. Pemetaan nama host ke dalam alamat IP (32 bit, IPv4).

• AAA Record. Pemetaan nama host ke dalam alamat IP (128 bit, IPv6).

• CNAME Record. Membuat nama kanonik atau alias.

• MX Record. Pemetaan domain ke mail exchange server.

• PTR Record. Membuat record untuk mewakili sebuah IP Address dalam pencarian DNS.

• NS Record. Pemetaan nama domain web ke server DNS list.

• SOA Record. Start of authority yang melayani penyediaan otoritas dari informasi domain internet.

• SRV Record. Lokasi umum.

• TXT. Izin memasukkan random data ke DNS oleh administrator.

Sumber VPS Murah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *